<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="0.91"><channel><title>RSSMix.com Mix ID 37938</title><generator>RSSMix</generator><link>http://www.rssmix.com/</link><description>This feed was created by mixing existing feeds from various sources.</description><language>en-gb</language>
<item><title>Amsterdam Merit Scholarships (AMS) University of Amsterdam</title><link>http://www.infobeasiswa.net/archives/2010/02/09/amsterdam-merit-scholarships-ams-university-of-amsterdam/</link><pubDate>Mon, 08 Feb 2010 20:08:00 -0500</pubDate><description>Study in Holland, University of Amsterdam - Scholarships for outstanding students from non-EEA countries pursuing a Masters degree at the UvA.</description><guid>aba3ac0c764598ffe7a6d10cc1ed4ccc</guid></item>
<item><title>PhD Scholarship  Biosensores S.L. Valencia Spain</title><link>http://www.infobeasiswa.net/archives/2010/02/06/phd-scholarship-biosensores-s-l-valencia-spain/</link><pubDate>Sat, 06 Feb 2010 04:06:59 -0500</pubDate><description>PhD scholarship in generation of biosensors for novel food production technologiesIn the Marie Curie Initial Training Networks, LeanGreenFood, Biosensores S.L. Valencia Spain seeks a PhD student to develop biosensors for novel food production technologies. The aim of the LeanGreenFood project is to reduce the chemical treatment in the production of the food and food ingredients [...]</description><guid>c20d52a3410e2acc802a1808074aa093</guid></item>
<item><title>PhD Scholarship at Agricultural University of Athens</title><link>http://www.infobeasiswa.net/archives/2010/02/05/phd-scholarship-at-agricultural-university-of-athens/</link><pubDate>Fri, 05 Feb 2010 04:06:25 -0500</pubDate><description>In the Marie Curie Initial Training Networks, LeanGreenFood, Chemistry Laboratory, Agricultural University of Athens seeks a PhD student to develop fluidic analysers.</description><guid>205ff47b120cd146d2c1c85544726be8</guid></item>
<item><title>ICP PhD Scholarships 2010 Flemish university, Belgium</title><link>http://www.infobeasiswa.net/archives/2010/02/02/icp-phd-scholarships-2010-flemish-university-belgium/</link><pubDate>Mon, 01 Feb 2010 23:23:25 -0500</pubDate><description>VLIR-UOS launched its ICP Ph D programme in 2003 to enable promising graduates of the International Courses Programme (ICP) to make a Ph D at a Flemish university</description><guid>8704de2b8fb42ad203edc241aff3c2b0</guid></item>
<item><title>Postdoctoral Position in Lung Development and Cancer</title><link>http://www.infobeasiswa.net/archives/2010/02/02/postdoctoral-position-in-lung-development-and-cancer/</link><pubDate>Mon, 01 Feb 2010 22:41:01 -0500</pubDate><description>University of California-San Francisco. Post-doctoral position available to study the molecular mechanisms of lung development and cancer, using mouse as a model system. </description><guid>ab1bd39b1e7cb2128aab93022bb159c5</guid></item>
<item><title>Beasiswa Universitas Islam Madinah</title><link>http://www.infobeasiswa.net/archives/2010/01/31/beasiswa-universitas-islam-madinah/</link><pubDate>Sat, 30 Jan 2010 23:14:38 -0500</pubDate><description>Saudi Arabia - Universitas Islam Madinah memberikan beasiswa bagi lulusan SMA dengan ijazah tidak lebih dari 5 tahun untuk menempuh studi di salah satu dari lima fakultas di UIM.</description><guid>51541c5c5e0893e15a305bb551887917</guid></item>
<item><title>Biologist Postdoc Fellow, Lawrence Berkeley National Laboratory</title><link>http://www.infobeasiswa.net/archives/2010/01/27/biologist-postdoc-fellow-lawrence-berkeley-national-laboratory/</link><pubDate>Wed, 27 Jan 2010 02:14:02 -0500</pubDate><description>Biologist Postdoc Fellow - This position will be part of the microbial fuels synthesis division of the Joint BioEnergy Institute (JBEI)</description><guid>24d4e4fb6469373e269c15db0722208b</guid></item>
<item><title>Solve Your Math Problems By Joining Online Math Tutoring</title><link>http://www.infobeasiswa.net/archives/2010/01/27/solve-your-math-problems-by-joining-online-math-tutoring/</link><pubDate>Wed, 27 Jan 2010 01:57:12 -0500</pubDate><description>Learning mathematics is not enough if you only read the theories and formulas from the books. You surely need to have more practices every day. By doing math exercises regularly, you can measure your ability in applying the formulas and find the solution.</description><guid>0145c8dce270b379ae0fc38d6936338d</guid></item>
<item><title>Scholarship for Study Abroad in the Netherlands | StuNed Scholarship Program</title><link>http://www.infobeasiswa.net/archives/2010/01/26/scholarship-for-study-abroad-in-the-netherlands-stuned-scholarship-program/</link><pubDate>Mon, 25 Jan 2010 23:48:11 -0500</pubDate><description>StuNed scholarship, study in the Netherlands, is a scholarship program provided by the Dutch government to the mid-career professionals from Indonesia for master's programs and short course</description><guid>0ca9772a3a7bc1a1f52c645d92ed0232</guid></item>
<item><title>MBA Scholarships Study-in-UK University of Exeter Business School</title><link>http://www.infobeasiswa.net/archives/2010/01/22/mba-scholarships-study-in-uk-university-of-exeter-business-school/</link><pubDate>Thu, 21 Jan 2010 21:43:22 -0500</pubDate><description>Full-Time MBA - The following scholarships &amp;#038; bursaries are available for this programme: Alumni Scholarship, Professional Scholarship, MBA Full-Fee Scholarships</description><guid>fdf3bfbba6b0b7cf5d2f43b2f02c6145</guid></item>
<item><pubDate>Tue, 15 Dec 2009 09:42:00 -0500</pubDate><title>Puji: Hadapi Resiko Apapun Pilihan Saya</title><description>Salam, saya kok kepengin share juga ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, sebenarnya kalau kita bisa mensyukuri yang kita dapatkan, niscaya kita akan bise manghadapi resiko apapun itu. Secara pribadi saya punya cerita tentang beasiswa DIKTI yang saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menerima beasiswa DIKTI pada Master Program di Sydney University setelah saya daftar di Batch pertama, yang sebenarnya awalnya hanya untuk program Doktor. Saya rasa ini berkah dari perjuangan dan rasa nrimo yang mengantrakan ijin Allah utk saya mendapatkan beasiswa tersebut. bagaimana tidak? Sudah banyak scholarchips yang saya daftar, dari mulai ADS, APS, Fulbright, Chevening, tapi belum pernah daftar BPPS. Disamping itu juga waktu itu mau daftar sudah banyak yang menakut-nakuti dengan nilai beasiswa yang sedikit dan ancaman sering terlambat. Tapi saya tetap daftar. Toh kalaupun harus sedikit nombok dengan bekerja atau tabungan, dibandingkan kalau saya harus sekolah ke Sydney dg beaya sendiri tentu jauh lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulliah ketrima di Batch 2. Setelah diterima banyak lagi yang menakut-nakuti kalau stipend tidak akan cukup utk hidup di Sydney jadi banyak yang menganjurkan saya untuk pindah di daerah yang lebih murah. Tapi, bagaimana lagi karena saya sudah memilih dan saya harus menghadapai apapun resiko pilihan saya. Alhamdulillah lagi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata lebih dari cukup. Apalagi ini uang dari rakyat yang tidak semua hidupnya lebih beruntung daripada saya. Saya harus bersyukur dengan cara hati-hati menggunakan uang tersebut n berusaha memberikan feedback atas beasiswa yang saya terima dalam bentuk blog pengalaman di Australia. Semoga bisa digunakan oleh mahasiswa saya mempelajari Bahasa Inggris yang tidak mereka temui di kamus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh! ternyata sudah panjang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu. Di kesempatan lain semoga saya bisa sharing lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks&lt;br /&gt;Puji&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-455822372498364764?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2009/12/puji-hadapi-resiko-apapun-pilihan-saya.html</link><author>noreply@blogger.com (Togap Siagian)</author><guid>39e552c5442317de288396c95c06d574</guid></item>
<item><pubDate>Tue, 15 Dec 2009 09:35:00 -0500</pubDate><title>Fardinal: &quot;Beasiswaku Berhasil&quot; (beasiswa dalam tanda kutip)</title><description>Dear Milis,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku mau sharing cerita tentang pengalaman beasiswa ku. Pertama bgt aku mau bilang makasi ama Ibu Pangesti yang dulu udah mau terima telpon ku waktu aku tanya2 info ttg beasiswa dan aku sangat salut beliau mau berbagi info tanpa merasa terganggu dengan aku yang sama sekali tidak beliau kenal. Dan terimakasih banget buat Togap Siagiaan, bukunya tentang beasiswa bagus bgt. Aku belum pernah ketemu Togap langsung tapi Togap kakak kelas suamiku waktu kuliah dan dulu satu tempat kerja dengan suamiku di Papua. Bicara dengan Togap lewat email dan chat sangat membantuku buat hunting beasiswa. Yang memang pada akhirnya semua jurus2 Togap bisa membuatku masuk shortlist BEASISWA. Selain itu aku juga sangat berterimakasi kepada banyak pihak yang waktu aku lagi hunting beasiswa sangat2 banyak membantu, mulai dari pak Dekan, sahabat dan orang-orang baru yang kukenal lewat milis, lewat teman dll.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi aku mengundurkan diri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah ini poin penting cerita tentang beasiswaku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari sebelum nikah dengan suamiku aku udah getol apply2 beasiswa tapi BANYAK GAGAL. Dan setelah nikah dengan suamiku aku masih rajin apply dan saat aku hamil masih juga rajin apply. Baru ada yang kepanggil buat shortlist beasiswa setelah aku melahirkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sayang, kerja keras ku tidak bisa aku nikmati karena aku mengundurkan diri dari semua shortlist beasiswa dan juga berhenti kerja, bukan karena suamiku melarang tapi karena waktu itu putri kecil kami sering sakit karena sering aku tinggal dan tidak mau diasuh oleh orang lain, PUTRI KECIL KAMI MAU MAMA NYA SENDIRI YANG MENJAGANYA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang keputusan yang sangat berat, karena waktu itu suamiku bilang, semua keputusan mundur harus datang dari dalam hatiku sendiri agar suatu hari aku tidak menyesali suamiku. Karena suamiku tau banget aku sangat menggebu-gebu dengan beasiswa keluar negri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Milis.&lt;br /&gt;Benar kata buku TOGAP, untuk lulus beasiswa banyak caranya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah aku mundur dari semua aktivitasku, suamiku bilang, lewat tangan nya atas ridho Allah, izinkan dia membuat ku meliat dunia. Aku benar2 wanita yang sangat beruntung.  Punya suami yang sangat menghormatiku dan membuatku jadi orang paling penting dalam hidupnya. Suamiku bekerja keras untuk banyak hal, lewat tangannya aku liat negara-negara asing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan suamiku selalu menyemangatiku akan ada waktunya bagiku untuk mulai sekolah lagi, kerja lagi dan sibuk seperti dulu dengan bidadari kecil kami tetap jadi prioritas utama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan lewat tangannya pula, mohon doanya akhir Januari 2009 kami akan pindah ke Australia karena suamiku bekerja disana ( semoga krisis global cepat membaik). Alhamdulilah, Allah Maha Besar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buat teman2 yang masih HUNTING beasiswa jangan menyerah ya. Banyak banget orang2 diluar sana yang tanpa kita sangka siap membantu kita mencapai mimpi. Kalo gagal, coba lagi dan coba lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang saat gagal rasanya sakit banget tapi benar juga BANYAK JALAN MENUJU ROMA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mudah2an bagi teman2 yang sekarang masih belum berhasil dan saat berhasil bisa menjadi pioneer dan dewa penolong bagi banyak anak2 Indonesia yang tidak bisa sekolah karena faktor ekonomi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terimakasih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selamat tahun baru 2009 ya, moga masa depan kita semua jadi lebih baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nb.Yang terhormat Ibu Pangesti semoga Allah mengizinkan suatu hari saya bisa bertemu ibu face to face. Banyak hal yang ingin saya tanya dan belajar dari pengalaman2 ibu, kalo ibu izinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fardinal Frihandani&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-5647956487672135404?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2009/12/fardinal-beasiswaku-berhasil-beasiswa.html</link><author>noreply@blogger.com (Togap Siagian)</author><guid>3ecad994417f8853d62c350e13e07024</guid></item>
<item><pubDate>Tue, 15 Dec 2009 09:30:00 -0500</pubDate><title>Zahrana: Dunia di Ujung Jarimu</title><description>Saya ingat waktu itu klo gak salah adalah bulan Oktober tahun 2003. saya masih menjadi mahasiswa ko-as kedokteran gigi dgn kesibukan dan level stress tingkat tinggi. saya pikir cita2 saya untuk lanjut kuliah ke jenjang lebih tinggi jauh di awang2. yg ada dlm pikiran adalah cepet2 nyelesein segala tetek bengek ini dan segera keluar dari kampus berbekal ijazah profesi. lupakan untuk sekolah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta,..tanggal lupa... saya sudah menyelesaikan putaran pertama jadwal ko-as saya. masih ninggal beberapa pekerjaan. betapa menyebalkan. lalu di UGM, tepatnya fakultas teknik, ada seminar tentang postgraduate study. Oh My God. inilah informasi yg saya cari. mendaftarlah saya. diseminar tersebut saya mbolos satu hari waktu ko-as demi ikut seminar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara yg saya ingat betul adalah ibu Pangesti Wiedarti. beliau bilang &quot;dunia ada diujung jari2mu.....&quot; setelahnya saya ikut milis beasiswa. tanpa henti saya search info tentang beasiswa................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang tahun 2009...... saya berada di Eropa.... impian saya kuliah diluar negri&lt;br /&gt;terkabul... setelah 6 tahun.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sevilla,2 January 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAPPY NEW YEAR ALL THE MEMBERS..........THANKS FOR EVERYTHINGS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahrana Althafunissa&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-5225427287230904321?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2009/12/zahrana-dunia-di-ujung-jarimu.html</link><author>noreply@blogger.com (Togap Siagian)</author><guid>abbce0bfe0d54e8504b668b16938f9cc</guid></item>
<item><pubDate>Tue, 15 Dec 2009 09:25:00 -0500</pubDate><title>Early: Jagalah Mimpi Mimpi Itu</title><description>Perkenankan saya menceritakan pengalaman saya mendapatkan beasiswa DAAD Program Public Policy and Good Governance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pertama kali mendapatkan info beasiswa ini dari milis ini (email Saudari Vidya pada bulan Oktober 2008), waktu itu udah mau mepet deadline, yang tanggal 31 Oktober 2008. Wahhh saya cepat-cepat mengirim email ke staf DAAD untuk minta form, mengisinya dan melengkapi segala persyaratan. Berbekal beberapa rancangan proposal yang sudah siap dan berpengalaman mengisi form (hehe soalnya udah seriiiiiing banget kirim tapi belum ada yang lolos waktu itu, jd tetap menjaga mimpi dan menyimpan semua dokumen yang kemungkinan dibutuhkan oleh persyaratan beasiswa) saya akhirnya mengirimkan berkas beasiswa ke DAAD jakarta. Staf DAAD (Ibu Endah Anggoro) sangat membantu saya, beliau ternyata mengecek semua persyaratan setelah berkas dikirim dan di hari terakhir saya ditelpon kalau ternyata saya kurang mengirim ijasah S1 yang berbahasa Indonesia, walhasil saya disarankan men-scan saja dan mengirimkan ke DAAD via email (krn yg dibutuhkan memang hanya copy-an saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tunggu beberapa bulan ngga ada kabar dan ketika saya tanya ke Bu Endah memang kita harus nunggu kabar maksimal bulan April, jika sampai bulan April 2009 kita ngga dikirimin email oleh DAAD Bonn, maka kita ngga lolos beasiswa DAAD. Begitulah, saya sabar menunggu saja..karena saya juga sedang dalam proses mengikuti seleksi Program Seminar IAF pada bulan Maret 2009 yang diselenggarakan oleh Freidrich Naumann Stiftung. Program seminar selama 2 minggu ini sebenarnya pernah saya ikuti th 2003 lalu, tp saya mencoba ikut lagi tahun ini dan berhasil lolos 70 besar dan mengikuti seminar online mulai 1 Januari - 1 Februari 2009. Hasil seminar online akan dimumumkan pertengahan Februari 2009 dimana yg perpilih berangkat ke Jerman sebanyak 24 org saja (biasanya masing-masing negara dipilih satu orang) - untuk teknisnya silakan buka website www.fnsindonesia.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ketika saya mendapatkan email dari DAAD pada hari jum'at lalu (30 Januari 2009), perasaan saya campur aduk, antara senang, kaget, juga bingung karena begitu mendadak. Saya diharuskan mulai kursus bulan April 2009 di Jerman (belum tahu kotanya dimana) dan sementara bisa mengikuti kursus online bhs jerman terlebih dulu biar ngga blank waktu kesana. Lha tapi dalam website itu semuanya memakai bahasa Jerman, jd saya juga agak kesulitan...mending saya belajar dengan buku hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam email dari DAAD juga disebutkan kalau saya akan kuliah di University of Osnabrueck, setelah saya lihat di peta memang kota kecil yang justru lebih dekat dengan Belanda. Kota besar terdekat adalah Bremen dan Hamburg. Hari Senin kemarin (2 Feb) saya dan seorang penerima beasiswa (lha dia ini dari lembaga partner saya di Jakarta - The Asia Foundation) ke DAAD menanyakan segala sesuatunya. Dan kami diberi form untuk mengurus visa (yang harus diurus sendiri di Kedutaan Jerman di Jakarta). Jadi sekarang saya dalam proses menunggu medical check up, menunggu surat resmi dari DAAD dan acceptance letter dari universitas untuk mengurus visa. Menurut Bu Endah, aplikasi yang diterima seluruhnya 24 berkas, dan yang dikirimkan ke Jerman (setelah dicermati DAAD Jakarta) hanya 18 berkas dan yang lolos 9 orang termasuk saya:) Mudah-mudahan semuanya lancar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So far sejauh ini ngga ada kesulitan, proses seleksi adalah murni dari dokumen dan persyaratan yang kita kirimkan. Ngga ada wawancara sama sekali, dan alhamdulillah saya berhasil mendapatkannya setelah berjuang untuk mendapatkan beasiswa ke LN sejak bertahun-tahun lalu:) tapi bagi saya inilah moment yang tepat karena saya memang sudah berniat mengundurkan diri sebagai direktur di lembaga saya (PUPUK dan OSS Center Indonesia) sejak tahun 2004-2008 (5 tahun saya memang agak setengah-setengah mengirim aplikasi beasiawa krn saya masih mikirin kantor saya, bagaimana jika tiba-tiba saya lolos dan meninggalkan kantor sementara saya masih dibutuhkan di lembaga saya? itu yang menjadi beban pikiran saya selama ini). dan saya memang bertekad untuk mnundur dari manajemen kantor sehingga mungkin doa dan usaha saya didengar Allah kali ini, saya bisa mendapatkan apa yang saya inginkan meski masih butuh perjuangan panjang mengatasi berbagai hal yang mungkin menyulitkan saya, karena bahasa pengantar di Univ of Osnabrueck semuanya bahasa Jerman:) jadi saya harus belajar keras selama 6-7 bulan sebelum mulai masuk kuliah bulan Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas info dan masukan dari teman-teman milis beasiswa dalam usaha untuk mendapatkan beasiswa ini. Saran saya ke teman-teman yang belum mendapatkan, jangan putus asa, simpan copy semua dokumen yang pernah dikirimkan (karena sangat berguna sekali), buatlah CV yang menarik (hehe saya belajar banyak dan terima kasih sekali pada mas Yudi Ariadi yang sekarang lagi mau ujian thesis di lancaster University di UK:) dan selalu berdoa..yakinlah bahwa waktu yang tepat untk memperoleh apa yang teman-teman inginkan akan datang, jadi jagalah mimpi-mimpi itu, Tuhan pasti akan mengabulkan mimpi itu kalo kita juga berusaha keras untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Early - Surabaya&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-7215234524410451679?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2009/12/early-jagalah-mimpi-mimpi-itu.html</link><author>noreply@blogger.com (Togap Siagian)</author><guid>cfb50b7b40290bdec5804dc7d213799d</guid></item>
<item><pubDate>Tue, 15 Dec 2009 09:21:00 -0500</pubDate><title>Stefani: Pertama Kali Langsung Tembus</title><description>Dear  friends,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just pengen sharing. Akhirnya Jumat kmr saya dah dpt official document dr DAAD klo saya dpt scholarship via jalur professional. Jd skr tinggal tunggu waktu utk cek kesehatan dan pengurusan visa, krn saya dijadwalkan br mulai kursus bahasa Agt (selama 2bln) dan kul MBA di Leipzig mulai Okt ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener2 thx God bgt buat kesempatan ini, dan saya jg mau mengucapkan terimakasih banyak utk milis beasiswa utk setiap info2 serta tips&amp;trik terutama buat rekan milister yg sudah posting info tt DAAD scholarship ini di Agt 2008 kmr, also thx to Mas Hafiz dan Mb Ai Farida buat sharingnya sbg alumni DAAD scholarship holders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya br pertama kali ini apply DAAD dan tembus (thx God bgt kan), padahal saya sudah 2x ketolak ADS. Sebelumnya saya tdk pernah memberanikan diri apply scholarship ke negara selain Ausie krn setau saya kursi yg disediakan kecil sedang ADS kan katanya memberikan 300 kursi/thn. Tp mungkin memang makin byk kursi makin byk pesaing yah, dan memang jalan tiap org beda2, saat satu pintu tertutup pasti pintu lain terbuka. So buat temen2 lain yg masi berjuang jgn pernah menyerah ya, keep fighting en never let the spirit die.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi thx so much all. Btw buat temen2 penerima DAAD thn ini, klo bs kontak2 ya mungkin kta bs ngobrol2 tt persiapan utk pergi kesana (kt mb Endah sudah ada 14org yg beruntung, tinggal tunggu 1 org lagi krn total ada 15 kursi yg disediakan). En buat para alumni SEPT MBA- Leipzig Univ, klo berkenan saya boleh minta contact emailnya? siapatau saya blh kontak japri apabila butuh nanya2 terkait perkuliahannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Best rgds,&lt;br /&gt;stefani&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-49310538701917299?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2009/12/stefani-pertama-kali-langsung-tembus.html</link><author>noreply@blogger.com (Togap Siagian)</author><guid>b59628196fa675234a29387240af23fc</guid></item>
<item><pubDate>Tue, 15 Dec 2009 09:19:00 -0500</pubDate><title>Mutiara: Beberapa Kali Gagal</title><description>Dear Laskar Beasiswa (niru mas &quot;frank the hero&quot; nie)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhmdulillah, puji syukur kepada Allah Ta'ala, tahun ini saya berhasil mendapatkan beasiswa ADS , beasiswa pertama yg bisa saya raih setelah beberapa kali gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih untuk teman2 milis dan khususnya kepada moderator milis ini yg sudah byk membantu saya dalam proses mendapatkan beasiswa ini. Terima kasih untuk jawaban2 atas berbagai pertanyaan saya, tips dan trik dari postingan2 temen2 sebelumnya dan potongan2 informasi mengenai beasiswa ini yg saya dapatkan secara langsung dari teman2 semua yang bersedia saya kontak secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada semua ADS awardee tahun ini, dan buat yg blm dapat jangan menyerah, tetap berusaha insya allah suatu hari nanti teman2 mendapatkan yg terbaik (bisa ADS bisa juga yg lain). Amien . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua SUKSES!!!!!! Amien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-mutiara-&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-4879477281819534874?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2009/12/mutiara-beberapa-kali-gagal.html</link><author>noreply@blogger.com (Togap Siagian)</author><guid>6210ba67b819d20ecde7da31ecca36dc</guid></item>
<item><pubDate>Tue, 15 Dec 2009 09:15:00 -0500</pubDate><title>Vita: Setelah Yakin Tidak Diterima...</title><description>Alhamdulillah akhirnya saya dapat kabar baik. Setelah yakin tidak diterima,akhirnya saya baru dapat e mail bahwa saya adalah satu DAAD awardee untuk tahun ini. Padahal 2 minggu yang lalu saya dapat e mail penolakan dari DAAD untuk program yang sama tapi di uni pilihan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya ini beasiswa yang saya apply pertama kali :). Ini pun karena dikomporin sama Kang Gun - DAAD awardee tahun lalu (Kang ,kompor nya bukan hanya nyala tapi meleduk :P). Jadi ceritanya karena waktu itu sempet merecoki beliau, akhirnya saya memberanikan diri untuk masukin lamaran ke DAAD. Tadinya gak PD abis, wah DAAD kan saingan nya buanyaaak. Lagian DAAD yang sekarang katanya mesti bersaing dengan aplikan2 seluruh dunia yang lain (cuma 7 orang dari seluruh dunia untuk jurusan sy yg dpt beasiswa). Apalagi setelah kasus salah kirim ijazah itu (minta ijazah akademik, aku kirim ijazah profesional) serta aplikasi yang sy merasa ngasal bikin nya. Setelah pesimistis aplikasi ku di reject, akhir januari lalu sempet di wawancara per telepon oleh course coordinator nya, dan baru tadi dapet official letter nya bahwa saya diterima di Universitat Heidelberg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, terimakasih buat temen2 dan para moderator yang sudah menginpirasi. Buat Kang Gun, Kak Iwan Adhi(thanks buat koreksi essay statement nya, it really worked out Kak :D), dr.Astri, dr. Andhika Rachman, mas Luth, mas Jauhary, Dafe, mbak Ai Farida dan teman2 lain yang udah mensupport dan berinfo2 ria,terima kasih banyak yaa....&lt;br /&gt;Buat teman2 yang lain, tetap semangat ya . Hunting lah high and low, jangan&lt;br /&gt;menyerah. If there's a wil, there's a way. (orang kayak saya aja bisa dapet, apalagi temen2 yang emang udah high achiever).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;with love,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vita&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-3225245290416996237?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2009/12/vita-setelah-yakin-tidak-diterima.html</link><author>noreply@blogger.com (Togap Siagian)</author><guid>de4d29123fb87435eefd89666d64ecda</guid></item>
<item><pubDate>Mon, 06 Oct 2008 10:34:00 -0400</pubDate><title>Cantique: Lulus Beberapa Beasiswa</title><description>Menarik sekali membaca ketidaknyaman rekans atas pertanyaan2 lugu para pencari beasiswa. Saya tidak pernah ditanya-tanya ttg beasiswa tapi pernah beberapa kali bertanya ttg beasiswa ke milis dan hampir tidak pernah dimuat krn dianggap lugu atau tidak penting (?). Duh..padahal saya perlu banget jawabannya :(.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bergabung dengan milis ini 4 tahun lalu. Mulai 1.5 tahun lalu saya mencari beasiswa PhD untuk bidang computer science. Saya membaca dengan teliti email2 di milis. Tanpa bertanya ke rekan milisers saya mempersiapkan berbagai hal yag kira2 bakal diperlukan untuk apply beasiswa. Yang saya siapkan kurang lebih sama lah dengan yang dibilang Mas Condro (bukan Joko :D) di email sebelumnya:&lt;br /&gt;- meningkatkan toefl dan ambil toefl internasional&lt;br /&gt;- mempersiapkan dokumen2: scanned transcript- passport- toefl, CV, motivation/cover letter, recommendation letters, translate dokumen penting seperti akte, ijazah, transkrip&lt;br /&gt;- buat research proposal singkat: 5-6 halaman&lt;br /&gt;- search banyak sekali website berbagai universitas untuk cari professor/research groups dan beasiswa2&lt;br /&gt;- kontak2 professor&lt;br /&gt;- berdoa super intensif :D&lt;br /&gt;- dll dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses tersebut ada informasi yang sudah saya cari tapi tidak saya dapatkan dari website. Waktu itu info yang saya butuhkan berkaitan dengan kedudukan supervisor dr negara asal untuk apply beasiswa Nuffic. Saya jg pernah bertanya ttg biaya real untuk tahun pertama program PhD computer science di UK. Tentu saja ttg ini saya juga sudah bertanya ke student service center di sana tapi saya perlu informasi yang lebih detil dari mahasiswa phd di bidang yang sama, maklum hitung2an biaya ini untuk scholarship provider jadi perlu detil dan harus lumayan presisi lah. Sedihnya, pertanyaan sy tersebut gak dimuat, mungkin krn dianggap tidak penting. Di lain waktu saya lihat bbrp email di milis ini membahas mendapatkan tiket murah ke suatu negara :-?, info yang sebenarnya mudah didapatkan dr luar milis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu dulu. Sekarang alhamdulillah saya telah lulus beberapa beasiswa. Trima kasih banyak untuk moderators dan rekan milisers. Berkat info2 beasiswa di milis ini, saya pernah mendapat beasiswa shortcourse di belanda selama beberapa bulan dan riset di italia tahun lalu. Dan setelah jatuh bangun mengejar sekolah dan beasiswa untuk PhD, alhamdulilah ada 7 professor yang bersedia membimbing saya (southampton, cardiff, eindhoven (2), amsterdam, canterbury,&lt;br /&gt;UKM malaysia) dan diantaranya bersedia memberikan studentship juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah juga saya lulus untuk 2 full PhD scholarships, dan 1 research grant dari sebuah lembaga di Eropa. Insya Allah oktober tahun ini saya akan memulai program PhD computer science di UK dengan bimbingan salah satu professor tersebut. Mohon doanya semoga segala sesuatunya lancar. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;Cantique Aunty&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-5068730873181985696?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/10/cantique-lulus-beberapa-beasiswa.html</link><author>noreply@blogger.com (Togap Siagian)</author><guid>051351cea3bb641a498e57c54dddb59f</guid></item>
<item><pubDate>Mon, 06 Oct 2008 10:31:00 -0400</pubDate><title>Nicholas: Setelah Menganggur Setahun Mendapat Beasiswa Full di Singapore</title><description>Setelah menganggur cukup lama (1 tahun setelah lulus S1), melalui jalan yang berliku-liku, naik turun pula, mengalami saat-saat yang membuat frustasi, akhirnya dalam waktu dekat saya akan melanjutkan studi di Nanyang Technological University (NTU), Singapore, dengan beasiswa full dari NTU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berterima kasih kepada para moderator dan anggota milis atas info dan tips-tips mendaftar beasiswanya. Lebih khusus lagi, saya berterima kasih pada Pak Anggiet Ariefianto atas tipsnya : mendaftar universitas dan beasiswa lebih dari 1, mengorbankan dana untuk investasi awal (tes&lt;br /&gt;bahasa Inggris, pengiriman dokumen via layanan kurir); dan Mas Yansen Darmaputra atas jawaban dari pertanyaan saya waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW, lewat milis ini juga saya bertemu dengan seorang teman sekelas waktu SMA, yang ternyata sudah mendahului saya kuliah di luar negeri (halo Pi! Hoe gaat het?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian e-mail saya. Terima kasih banyak atas bantuan Anda semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat saya,&lt;br /&gt;Nicholas Mario Wardhana&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-7067365039133468311?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/10/nicholas-setelah-menganggur-setahun.html</link><author>noreply@blogger.com (Togap Siagian)</author><guid>b242ee06547f388336dc015dbe26b3f7</guid></item>
<item><pubDate>Mon, 06 Oct 2008 10:21:00 -0400</pubDate><title>Emmidia: Milis ini Jadi Inspirasi Untuk Saya</title><description>Saya sudah lama bergabung di millist ini, dan banyak sekali yang saya dapatkan bagaimana mengajukan beasiswa , trik dan cara2nya, selain itu buku Andrea Hirata yang judulnya Endensor juga jadi inspirasi untuk saya menyiapkan beasiswa ini dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah saya kemarin terima surat dari Asian Institute Techology Thailand untuk program MASTER di School of Environment, resources and Development, field of study : Environmental Engineering and Management, yang menyatakan bahwa saya diterima untuk kuliah disana, tapi beasiswanya saya tidak dapat karna terbatasnya kapasitas yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah lagi pihak AIT bersedia untuk menyimpan berkas-berkas saya dan insyaallah akan diajukan lagi untuk semester depan bila saya masih berminat untuk melanjutkan studi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah dipertimbangkan saya mengajukan keringanan biaya kuliah dengan  cara mencicil, atau saya mengajukan keringanan biaya kuliah dengan bekerja di universitas tersebut sebagai Assistant profesor atau academic staff, sedangkan untuk biaya hidup kemungkinan bisa saya tanggung dengan bekerja paruh waktu setelah waktu belajar selesai.Tapi request saya ini belum dibalas atau dijawab oleh pihak AIT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu saya juga berusaha untuk mendapatkan donor dari luar, dari perusahaan yang terkat langsung dengan bidang yang saya minati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat yang lalu saya menghubungi pihak kedutaan Thai di jakarta dan saya dapat info kalau dari kedutaan beasiswa hanya G to G alias dari pemerintah dan hanya untuk pegawai pemerintah (PNS).lalu saya di beritahu untuk mengajukan ke ASEAN FONDATION.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah - mudahan saya bisa mendapatkan donor dari luar dan melanjutkan kuliah di AIT Thailand.(kalau ada yang punya info lain kasih kabar ya...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih banyak untuk teman2 yang sering krim-kirim info tentang bagaimana cara mendapatkan beasiswa.Mudah2an kebaikan teman2 mendapat balasan dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best regards&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emmidia Djonaedi&lt;br /&gt;bidadarimanis.multiply.com&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-7834067748667950296?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/10/emmidia-milis-ini-jadi-inspirasi-untuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Togap Siagian)</author><guid>2f74f314858b2b9cde2a4b65e8426d20</guid></item>
<item><pubDate>Mon, 06 Oct 2008 10:12:00 -0400</pubDate><title>Yon Daryono: Setelah Bertahun Tahun Bergabung dengan Milis...</title><description>Setelah bertahun-tahun bergabung dengan millis ini, dan terus bermimpi dapat beasiswa S2 di luar negeri, alhamdulillah doa saya dikabulkan olehNya. Insya Allah tahun ini saya berangkat ke Belanda dengan Beasiswa Stuned Neso Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus mencari informasi dan berdoa adalah kunci utama. Saya yakin semua usaha dan doa yang baik akan dikabulkan oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf ini sekadar berbagi pengalaman dengan rekan-rekan yang masih berjuang untuk mendapat beasiswa. Jangan patah semangat, dan terus baca pengalaman-pengalaman dan trik rekan-rekan di milis ini. Insya Allah Anda semua akan mendapatkan apa yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Moderator milis ini, terima kasih banyak atas info-info yang diposting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat,&lt;br /&gt;Yon Daryono&lt;br /&gt;Batam-Kepri&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-8758606589713205705?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/10/yon-daryono-setelah-bertahun-tahun.html</link><author>noreply@blogger.com (Togap Siagian)</author><guid>44d754f27197473ccdcbbd13d3b43b3d</guid></item>
<item><pubDate>Mon, 06 Oct 2008 10:08:00 -0400</pubDate><title>Anggiet: Hal-Hal Penting Kalau Mendaftar Beasiswa</title><description>Puji Tuhan saya kemarin dinyatakan menerima beasiswa dari pemerintah Kanada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa ini diberikan pemerintah Kanada melalui Immigrant Service Society. Memang beasiswa ini diberikan untuk newly landed migrant, ditujukan kepada migran yang baru mendarat di Kanada maksimal 1 tahun untuk mendalami bidang2 yg akan berguna untuk komunitas migran di Kanada. Bidang yang saya pilih adalah Counseling for Family Issues and Drug Abuse. Memang beasiswanya tidak banyak, hanya 1000$ tapi lumayan mengingat total biaya pendidikannya 3000$.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membanggakan adalah beasiswa ini hanya diberikan kepada satu orang migran yg mendarat di provinsi British Columbia dan saya adalah orang Indonesia pertama yang mendapatkan grant ini. Ini adalah beasiswa saya yang ke sembilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi beasiswa ini menunjukkan bahwa kunci penting memperoleh beasiswa adalah resourcing. Saya mengetahui adanya beasiswa ini dalam tempo 1 bulan sejak saya mendarat di Kanada, saya teliti betul apa visi misi beasiswanya dan saya berhasil meyakinkan panel penyeleksi bahwa saya punya visi misi yg jelas dan seiring dengan visi misi mereka. Ide saya sederhana, saya katakan bahwa saya butuh lisensi untuk memberikan konsultasi di bidang penanganan pecandu narkoba karena beberapa tahun belakangan bekerja di bidang pemberantasan narkoba dan narkoba juga menjadi masalah besar bagi migran Asia di Kanada (yg jumlahnya lebih dari 80% dari total migran,  Kanada menerima 50,000 migran/tahun). Saya akan ambil spesialisasi pecandu narkoba di kalangan migran Asia di British Columbia. Intinya, visi misi saya jelas, sejalan dengan mereka. Masalah saya benar2 nanti akan bekerja untuk migran Asia di BC itu khan urusan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya hal2 seperti ini penting untuk dipahami kalau mendaftar beasiswa:&lt;br /&gt;1. Pantau beasiswa2 yang tersedia buat daftar&lt;br /&gt;2. Perhatikan persyaratan beasiswa, pilih beasiswa yang persyaratannya bisa kita penuhi&lt;br /&gt;3. Pelajari bidang2 studi yang tersedia cari yang cocok (sesuai dgn latar belakang pekerjaan, pendidikan, minat, visi dan misi pemberi beasiswa dst). Harus ada keseimbangan, jangan ngotot pokoknya harus S2 di bidang A. Jangan daftar untuk S2 bidang sains utk beasiswa bidang sosial, dst.&lt;br /&gt;4. Buat motivation letter yg meyakinkan (Kebanyakan anggota milis yang minta saya koreksi motivation letter, motivation letternya lebih mirip novel. Biasakan menulis motivation letter yang singkat, padat, berbahasa resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AA&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-3842193213132911858?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/10/anggiet-hal-hal-penting-kalau-mendaftar.html</link><author>noreply@blogger.com (Togap Siagian)</author><guid>d6e8b6187980aec600092479721e9955</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 09:53:00 -0400</pubDate><title>Anggiet Ariefianto: Beberapa Kiat Mencari Beasiswa</title><description>8 Juni 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all,&lt;br /&gt;Saya ingin menyambung masukan dari Togap dan &lt;a href=&quot;http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2007/06/susi-be-passion-patient-and-persistent.html&quot;&gt;Susi&lt;/a&gt; soal mencari beasiswa. Kebetulan saya kenal Susi karena kita berdua terpilih untuk beasiswa IATSS forum di Jepang tapi saya mengundurkan diri karena mendapat beasiswa NOHA ke Belanda dan Irlandia. Ada beberapa hal yang menurut saya harus diperhatikan dalam mencari beasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cari info sebanyak-banyaknya&lt;br /&gt;Karena rotasi beasiswa itu hanya setahun sekali, setiap beasiswa harus dipersiapkan dengan matang. Baca detail persyaratannya apakah kita memenuhi syarat, pikirkan cocok tidak dengan latar belakang pendidikan dan bidang yang kita tuju karena banyak beasiswa spesifik, harus ambil bidang tertentu. Minta petunjuk orang yang pernah mendapat beasiswa itu. Saya banyak terbantu waktu mendaftar Ausaid, yang merupakan beasiswa internasional yang saya terima pertama kali, karena kebetulan kedua kakak saya pernah dapat, jadi banyak dapat 'bocoran' mengenai cara mengisi form, menjalin hubungan dengan uni, IELTS, pertanyaan saat wawancara dst. selidiki kebiasaan dan budaya pemberi beasiswa. Pengalaman saya sebagai mentor di milis ini, saya banyak mengoreksi letter of intent. Dalam budaya Indonesia kita terbiasa menulis surat yang muter2 kemana-mana baru terakhir bicara maunya apa, sedangkan di barat biasanya mereka mau surat yang terstruktur, singkat dan padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lengkapi dokumen dan bermodal&lt;br /&gt;Banyak beasiswa membutuhkan modal yang lumayan. NEC misalnya mengharuskan kita resmi mendapatkan acceptance letter dari uni yang dituju sebelum mendaftar. Kebanyakan meminta international TOEFL atau IELTS, banyak uni di Amerika tidak menerima IELTS dst yang total bisa menghabiskan jutaan. Prinsip saya, dokumen2 itu seperti kail, kalau mau dapat ikan besar mesti pakai kail besar yang harganya mahal, jadi ya mesti siap rugi dulu. Untuk memperkecil 'kerugian', biasanya saya mendaftar beasiswa dalam jumlah banyak. Banyak beasiswa juga parsial atau terkadang berkendala. Ketika saya ambil beasiswa NOHA, beasiswa itu baru turun pada bulan ketiga saya di Eropa, jadi 3 bulan pertama saya sukses menguras tabungan plus bayar tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Percaya diri dan tidak frustrasi&lt;br /&gt;Saya berprinsip, kalau saya tidak pernah mencoba saya tidak akan pernah tau saya bisa atau tidak, jadi setiap ada kesempatan dan peluang, saya coba, terkadang hanya untuk menguji saya bisa atau tidak. Beberapa beasiswa yang saya terima (terutama dua yang terakhir dari Ford dan EU), saya sama sekali tidak mengira saya akan dapat. Kalau gagal juga jangan frustrasi, harus coba lagi tahun berikutnya dan pelajari kegagalan tahun kemarin. Saya dulu juga pertama kali daftar Ausaid tidak berhasil. Strategi saya untuk mengurangi tingkat frustrasi ditolak beasiswa itu adalah dengan mendaftar beberapa beasiswa sekaligus, jadi kalau satu tidak dapat, masih berpegang pada yang&lt;br /&gt;lain. Rasa percaya diri ini akan sangat dinilai waktu wawancara, karena biasanya wawancara itu untuk melihat kesiapan calon mahasiswa. Sejauh mana dia tau apa yang akan dia pelajari dan hadapi di negeri orang, visi dan misi dia ke depan, bagaimana dia akan mengimplementasi hasil studinya dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aktif, kreatif dan inisiatif&lt;br /&gt;Mencari beasiswa mesti banyak meluangkan waktu untuk browsing di internet, cari info dst, mencari tau prosedur, deadline dst. Persiapkan yang matang dan terjadwal, kapan mesti minta surat rekomendasi dan minta kepada siapa, kapan harus memasukkan dokumen dst. Mesti siap2 menghadapi kendala, misalnya kalau atasan tidak mengijinkan, bagaimana mengantisipasinya dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggiet Ariefianto&lt;br /&gt;anggieta at gmail.com&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-5298400878917141603?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/anggiet-ariefianto-beberapa-kiat.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>b5c510d082b1037638b7d9742adf2255</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 09:50:00 -0400</pubDate><title>Nur Hasanah: Tetap Semangat!</title><description>16 Agustus 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin berterimakasih kepada moderator dan milister terutama mbak Faidah Azuz yang sudah bersedia berbagi. alhamdulillah berkat milist ini,saya masuk list 36 orang yang disetujui oleh panelis untuk menerima beasiswa Ford Foundation angkatan VI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap semangat!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cheers,&lt;br /&gt;Nur Hasanah&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-953182987462358653?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/nur-hasanah-tetap-semangat.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>fb7650b640d5f65d9f8b97796fed2c02</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 09:42:00 -0400</pubDate><title>Bekti D. Andari: Sharing Cara Mendapatkan Beasiswa</title><description>29 Agustus 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyak yang bertanya pada japri , yang temanya hampir sama, maka saya jawab saja di milis. Maaf, soalnya di minggu pertama ini masih adaptasi sana sini jadi waktu agak terbatas. Semoga membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagaimana mencari beasiswa&lt;br /&gt;Bisa didapatkan informasinya di files di milis ini atau buku buku yang diterbitkan mas Togap and mbak Pangesti. Selain websites internet, kampus dan mulit ke mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Proses paling berpengaruh di Chevening&lt;br /&gt;Saya kira semua berpengaruh, cuma memang yang menentukan paling awal adalah formulir kita. bagaimana kita bisa meyakinkan pemberi dana, apa yang akan kita lakukan dan apa yang sudah kita punyai untuk itu dan apa yang masih kurang. Di Chevening setelah formulir selection--tes bahasa inggris dasar (bukan ielts apa toefl) -- wawancara -- ielst test -- masuk kursus bahasa 2 atau 1 bulan tergantung score ielts -- tes ielst lagi-- tes kesehatan -- dapat unconditional offer letter dari universitas -- berangkat. Semua berlaku sistem gugur, artinya jika satu tahap saja miss, misalnya ielts score tidak mencapai minimal 6.5 maka ya keberangkatan gagal meski dah dapat surat ok dari Uni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah menulis Essay?&lt;br /&gt;Tidak. namun di formulir awal saja ada banyak kolom yang harus diisi. Bukan essay namun lebih pada visi kedepan. Cek saja formulirnya di &lt;a href=&quot;http://www.chevening.or.id&quot;&gt;www.chevening.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apakah harus sudah dapat Profesor dulu?&lt;br /&gt;Pengalaman saya sih tidak, karena kebetulan saya baru ambil Master by course. Kurang tahu untku yang Ph.D atau master by research. Cuma kalau sudah ada yg interestnya sama mungkin akan lebih mudah nantinya di proses pembelajaran, bukan nyari beasiswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kok nggak dapat dapat?&lt;br /&gt;Hem.. saya tidak bisa berkomentar:) karena banyak faktor yang tidak melulu dari kita.&lt;br /&gt;Namun intinya tidak mudah menyerah dan fokus, fokus, fokus. Saya kira itu semoga membantu ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam#&lt;br /&gt;bekti&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-8769154671438273067?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/bekti-d-andari-sharing-cara-mendapatkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>1afcc978a04bf31a2dfa32e32ea659f1</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 09:37:00 -0400</pubDate><title>Angki Apriliandi: Kita Bangun Indonesia Bersama</title><description>31 Agustus 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan milis semua. Saat ini saya telah kuliah di Pasca sarjana ITB dengan dari dana BPPS. mungkin bagi rekan yang berprofesi pengajar atau lainnya, baik di instansi negeri maupun swasta, yang berminat meneruskan studi di Indonesia, coba melalui jalur BPPS. Informasi BPPS bisa didapatkan langsung di kampus tujuan, baik brosur maupun website nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayo semangat terus untuk menambah ilmu, selanjutnya kita bangun Indonesia bersama. AFTA sebentar lagi loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam perjuangan,&lt;br /&gt;Angki A. Rachmat&lt;br /&gt;Politeknik Negeri Bandung&lt;br /&gt;CAD Lab.&lt;br /&gt;angkiapriliandi at yahoo.co.uk&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-8129268681344660910?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/angki-apriliandi-kita-bangun-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>ea2ae41525109ef77f9b0da07f52133e</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 09:32:00 -0400</pubDate><title>Arie Ruhyanto: Jangan Putus Asa Untuk Mencoba</title><description>28 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengucapkan terimakasih karena selama ini saya merasa sangat terbantu dengan info2 yang beredar di milist ini. Alhamdulillah tahun ini dari 5 aplikasi beasiswa yang saya kirimkan 3 diantaranya menerima saya. Ketiganya di Eropa. Dua diantaranya merupakan beasiswa yang diberikan oleh British Council dan OSI (Open Society Institute) melalui skema beasiswa Network Scholarship OSI/FCO dan yang ketiga beasiswa dari STUNED. Dua beasiswa pertama memberi kesempatan saya untuk sekolah ke Nottingham Uni (UK) di jurusan Politics and Social Policy dan Glasgow Uni (Scotland) untuk jurusan International Politics. Sementara yang ketiga adalah program Master of Social Policy di Maastricht Uni (Belanda). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya saya memilih untuk ambil yang di Glasgow. Saat ini saya sudah berada di Glasgow dan tengah bersiap untuk memulai perkuliahan awal Oktober minggu depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya memulai perburuan beasiswa sejak 2 tahun yang lalu (sekitar pertengahan 2005) dengan mulai dengan menjadi anggota Mailing List Beasiswa. Sejak saat itu saya rajin mengumpulkan informasi beasiswa dan mempelajari karakteristik masing2 program beasiswa sekaligus persyaratan2nya. Mulai dari major label beasiswa yaitu skema beasiswa yang sudah sangat luas diketahui seperti Chevening, STUNED, FullBright, ADS, Ford, dll hingga skema2 beasiswa yang masih jarang diketahui di Indonesia (karena memang volumenya yang sedikit dan tidak dipublikasikan secara luas), seperti Beasiswa dari Pemerintah India, Switzerland, Perancis, dan Beasiswa2 yang disediakan langsung oleh uni-uni di luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu saya mengirimkan sekurangnya 5 aplikasi beasiswa ke Chevening, ADS, APS, STUNED, dan OSI/FCO. Dan hanya OSI/FCO yang memanggil saya untuk memasuki seleksi tahap berikutnya, wawancara, itu pun akhirnya gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berikutnya niat saya untuk melanjutkan sekolah sudah bulat, jika tidak memperoleh beasiswa untuk sekolah di luar negeri maka saya akan cari sekolah di dalam negeri meskipun dengan biaya sendiri. Tekad ini juga yang membuat saya semakin giat memperkuat CV dan mengirimkan aplikasi setiap kali ada kesempatan beasiswa. Kebetulan seluruh persyaratan administrasi sudah saya persiapkan jauh2 hari, belajar dari pengalaman sebelumnya, termasuk cara2 mengisi formulir aplikasi dan membuat resume yang marketable :-) termasuk tentu saja membaca informasi dan sharing pengalaman yang dilansir di Milist Beasiswa. Pengalaman interview sebelumnya juga sangat membantu saya, sehingga kurang lebih saya memperoleh gambaran pertanyaan yang akan ditanyakan oleh interviewer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah hasilnya tahun ini cukup menggembirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada kawan2 dan pengelola Milist Beasiswa. Semoga semakin banyak diantara kawan2 yang berhasil memperoleh beasiswa dan bagi yang sudah berhasil dimudahkan dalam menempuh studi. Buat teman-teman yang masih belom berhasil jangan putus asa untuk mencoba. Terus perkaya pengalaman untuk memperkuat CV, bangun komunikasi yang baik dengan dosen atau supervisor, ikuti terus perkembangan informasi tentang beasiswa. Pendek kata persiapkan sedini mungkin, kadang2 kegagalan pelamar beasiswa bukan terletak pada kapasitas intelektualnya tetapi lebih kepada urusan administratif, kelengkapan dokumen, persyaratan dan ketepatan waktu. Agak menyebalkan memang, tapi kita tidak punya pilihan karena pemberi beasiswa umumnya menerapkan standard administrasi yang ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;ar&lt;br /&gt;arry_96ers at yahoo.com&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-1258110063719787378?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/arie-ruhyanto-jangan-putus-asa-untuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>a5ad74a9049176991cad305c4b6d7f0c</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 09:25:00 -0400</pubDate><title>Inggrid Graf: Jika Anda Memiliki Tekad, Pasti Akan Menemukan Jalan</title><description>07 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini bermula dari impian seorang puteri Indonesia yang ingin dapat melancong ke luar negeri. Berbekal gelar S1, saya bisa diterima sebagai staf pengajar di sebuah perguruan tinggi swasta. Harapan saya, dengan profesi ini, saya dapat melanjutkan kuliah di luar negeri dan tercapailah impian saya, berplesiran ke luar negeri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata untuk mencapai impian ini tidak mudah. Saya tidak dapat mengharapkan institusi tempat saya mengajar, untuk membiayai kuliah saya ke luar negeri. Saya mencari alternatif lain, yaitu pendanaan dari luar. Saya mulai browsing mencari-cari beasiswa dan menjadi anggota milis ini. Saya seperti seorang yang maniak dengan yang namanya beasiswa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hampir lima tahun saya menjadi anggota milis beasiswa ini. Selama ini, saya hanya menjadi &quot;sekutu pasif&quot;, membaca dan mempelajari semua informasi yang diposting di dalam milis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2006, saya mengirimkan form aplikasi beasiswa APS. Itu merupakan form aplikasi beasiswa pertama yang saya kirimkan dengan persyaratan yang lengkap. Sebelumnya, saya kirim ADS, tetapi persyaratan bahasanya tidak memenuhi. Kendala utama saya untuk mendapatkan beasiswa berasal dari bahasa. Kemampuan Bahasa Inggris saya minimal. Ini juga kesalahan saya karena kurang belajar tekun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dipanggil mengikuti seleksi beasiswa APS. Demi mempersiapkan tes tersebut, saya mengajukan cuti selama satu minggu. Hari itu adalah hari jumat, ketika saya mudik ke Malang sambil membawa beberapa buku IELTS dan keperluan lain. Saya harus belajar! Tapi, yang terjadi justru diluar kendali saya. Sabtu dini hari, adik saya membangunkan saya dan mengatakan jika Papa saya telah berpulang. Beliau memang didiagnosa menderita kanker paru-paru, walau pun tidak pernah merokok. Saya sangat terkejut, sebab pada malam kedatangan saya beliau terlihat lebih sehat. Beliau juga baru menjalani kemoterapi yang pertama. Memang itu sudah menjadi kehendak Tuhan. Akhirnya, waktu satu minggu itu menjadi waktu berkabung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari jumat berikutnya, saya kembali ke Surabaya untuk mempersiapkan tes IELTS keesokan paginya. Setelah melalui tes IELTS dan interview, saya mendapatkan pemberitahuan bahwa tim JST tidak merekomendasikan saya menerima beasiswa ini. Saya merasa seperti orang yang jatuh dan tertimpa tangga pula! Nilai IELTS saya memang telah memenuhi. Saya merasa kesesuaian antara bidang ilmu yang saya pilih dengan pekerjaan dan background saya yang tidak sesuai. Itu kesalahan saya! Celakanya, saya juga memasukkan form ADS dengan isi yang sama. Bisa ditebak hasilnya, saya gagal kembali. Walau pun, segala sesuatunya telah saya persiapkan dengan matang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kehabisan akal, sertifikat IELTS yang saya peroleh dari ADS, saya pergunakan untuk apply beasiswa VLIR dan satu universitas di Filipina (yang ini bilateral agreement antara universitas tempat saya mengajar dengan universitas di Filipina tersebut). Mulailah saya mengumpulkan informasi tentang beasiswa VLIR. Saya sempat ragu, karena nilai IELTS saya hanya 6.00 dan universitas mensyaratkan skor IELTS 6.5. Tetapi, Mas Sony (rekan milis yang pernah mendapatkan beasiswa VLIR) menyarankan saya untuk menonjolkan kemampuan kita dari segi yang lain. Mempersiapkan reseach proposal, misalnya. Saya mengikuti saran ini dan sebelumnya melakukan kontak dengan Profesor yang menjadi koordinator untuk program saya. Beliau merespon dengan sangat positif dan menyarankan saya untuk mengirimkan saja form aplikasi beasiswa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang dinantikan tiba. Saya muncul sebagai waiting list student untuk beasiswa VLIR. Artinya, secara akademik saya telah diterima oleh universitas tetapi dengan pendanaan pribadi. Saya baru mendapatkan beasiswa, jika ada kandidat yang mengundurkan diri. Saya sangat kecewa, karena telah merasa berbuat yang terbaik namun tetap belum berhasil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman dari Filipina juga senada. Lewat e-mail, saya dinyatakan tidak berhasil mendapatkan beasiswa dan disarankan mencoba kembali tahun depan. Saya menjadi kesal. Saya pikir, semua persyaratan telah saya penuhi dan ini bilateral agreement, belum lagi prestasi akademis saya yang lumayan bagus dan berdasarkan ranking universitas di Asia mereka masih di bawah UI, sombong sekali sampai menolak. Apalagi pelayanan mereka sangat tidak profesional. Saya dan beberapa rekan sekerja sulit sekali mendapatkan informasi tentang kelanjutan beasiswa kita. Beberapa kali kita mengirimkan e-mail, tetapi tidak ada tanggapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, e-mail pemberitahuan dari mereka saya balas dengan mengatakan saya sangat berterima kasih atas pemberitahuan mereka, tetapi tahun depan tidak akan mencoba kembali karena telah diterima kuliah di Belgia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga tidak sadar, apakah ini merupakan bentuk IMAN saya atau hanya untuk melampiaskan kekesalan saya. Selain ini, setiap teman atau saudara yang menanyakan tentang kelanjutan studi saya, selalu saya beritahukan jika saya akan kuliah di Belgia. Padahal, saya tahu jika kemungkinan itu sangat kecil sekali. Saya hanya waiting list student urutan ketiga! Saya jadi tambah pusing mencari-cari alasan, ketika bertemu kembali dengan orang-orang ini dan saya ternyata tidak berangkat! Kegilaan saya berlanjut, saya memasang landmark kota Antwerpen (kota dimana saya studi sekarang) sebagai screensaver komputer kantor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah kejenuhan saya mengajar, saya mendapatkan sebuah e-mail kejutan dari VLIR. Saya dinyatakan mendapatkan beasiswa VLIR. Saya belum percaya. Saya mengkonfirmasinya kembali dan ternyata benar adanya. Penantian saya selama ini tidak sia-sia. Ini merupakan suatu mujizat nyata dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan belum berakhir, ditengah-tengah waktu yang sempit untuk mempersiapkan segala sesuatunya, saya meghadapi kendala dalam memenuhi syarat-syarat pengurusan visa. Saya telah berusaha meminta bantuan teman yang tinggal di Jakarta, tetapi saya malah dipermainkan. Saya menjadi sangat khawatir, bisa berangkat atau nggak ya? Akhirnya, ada seorang yang tidak saya kenal sebelumnya bersedia membantu saya. Ini pelajaran bagi saya. Orang-orang terdekat kita bisa menjadi parasit, tetapi orang-orang yang tidak kita kenal sebelumnya dapat melakukan hal-hal yang luar biasa. Terima kasih Shanti (akhirnya aku tulis testimoni di milis ini!), Like, Bu Francisca dan Bu Mugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kalian, saya tidak bisa berangkat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan begitu baik dalam hidup saya. Dia melapangkan jalan saya di saat yang krusial. Saya bisa terbang ke Belgia tepat waktu. Saat ini, saya sedang menempuh studi Master di University of Antwerpen. Ini bukan akhir dari segalanya. Ini adalah permulaan bagi saya. Sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia, saya harus dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada moderator dan rekan-rekan milis lainnya atas segala informasi yang telah diposting, yang tidak hanya memberikan tips untuk memperolah beasiswa tetapi secara tidak langsung telah memberikan motivasi bagi saya. Terima kasih untuk Mas Sony, Pei Fun dan teman-teman lain, yang telah mengamalkan ibadahnya kepada saya. Upahmu besar di surga!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga rekan-rekan yang masih bergumul dengan beasiswanya dapat memperoleh pelajaran dari pengalaman saya. Jangan pernah menyerah pada keadaan, sebelum mencoba memberikan yang terbaik. Jika Anda memiliki tekad, pasti akan menemukan jalan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best regards,&lt;br /&gt;Inggrid&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-232547555300535682?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/inggrid-graf-jika-anda-memiliki-tekad.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>4ebcc454c779b2e646ab92fe4dfe7d35</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 09:16:00 -0400</pubDate><title>M Solihin Fikri: Segenap Energi Alam Semesta Akan Membantumu</title><description>21 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya skrg masih berstatus mahasiswa undergraduate di ugm. namun, saya skrg di Aussie dalam The Peace Scholarship Program. Itupun karena perjuangan yang tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hal yang selalu saya lakukan ketika online adalah cek email, update blog, dan searching beasiswa. Ketiga hal itu menjadi menu wajib saya sejak tahun pertama kuliah S1, ...dan ternyata baru di tahun keempat kesempatan itu datang pada saya, walaupun konsekuensinya saya harus mengundur kelulusan sampai tahun depan. Ya, itu pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang saya dapat, saya kira jauh lebih besar dari apa yang saya lakukan (korbankan). Mengutip Paulo Coelho dalam Alkemis, ketika kita memiliki sebuah keyakinan dan ingin menggapainya, maka segenap energi alam semesta akan membantumu. dan itu yang saya yakini!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sincerely yours,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M Solihin Fikri&lt;br /&gt;The Peace Scholarship Program 2008&lt;br /&gt;University of Canberra&lt;br /&gt;ACT - AUSTRALIA&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://defickry.wordpress.com&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;br /&gt;http://defickry.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-697250964976204626?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/m-solihin-fikri-segenap-energi-alam.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>2e268c6da98f11d15d0c0e5e14ee3e54</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 09:00:00 -0400</pubDate><title>Tony D. S.: Alhamdulillaah &amp; Terimakasih for Keeping My Spirit</title><description>27 Januari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahirrohmanirrohiim&lt;br /&gt;Alhamdulillaahirrobbil alamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas berbagai informasi yang dihadirkan di Milist ini yang selama ini banyak menjaga semangat ikhtiar menggapai Beasiswa Luarnegeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hampir 5 tahun bergabung dengan milist ini akhirnya beasiswa PhD luar negeri Alloh ridloi untuk saya. Setelah hampir 5 tahun saya banyak membaca testimoni dan tips2 temen2 pemenang beasiswa yang mampu menyalakan kembali semangat ikhtiar saya. Banyak informasi peluang2 beasiswa yang moderator/teman2 sampaikan yang bagi saya seringkali &quot;untouchable&quot; but at least mampu membuka wawasan saya bahwa masih buanyak rizqi beasiswa Alloh yang menanti untuk dijemput. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillaahirrobbi'alamiin...ternyata akhirnya Alloh berkenan menganugerahkan Beasiswa &quot;Australian Leadership Awards&quot; untuk PhD saya di Australia tahun 2008 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillaahirrobbil'alamiin...saya yakinkan buat teman-teman yang masih dalam proses menjalani takdir menjemput rizqi beasiswa: &quot;Keep Praying and Keep Trying!!! ... Huznudzonlah (berprasangka baiklah) selalu terhadap takdir Alloh, Alloh Maha Pandai dalam merancang tahapan takdir Beasiswa kita&quot;. Jika saja Alloh tidak menjaga semangat mimpi beasiswa PhD luar negeri ini, mungkin saya sudah putus asa dan beralih berorientasi bekerja mencari uang saja di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya 2 Hal yang dibutuhkan untuk terus percaya ada peluang beasiswa bagi kita: KESEHATAN &amp; UMUR, jika kita masih sehat dan jika Umur kita masih memenuhi syarat beasiswa maka tidak ada kata &quot;Gagal &quot; dalam ikhtiar kita yang ada hanyalah &quot;Belum Saatnya&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan takdir beasiswa PhD luar negeri saya ternyata tidak sederhana karena Alloh Maha Tahu saya bukanlah orang pinter seperti kebanyakan teman-teman penerima beasiswa:&lt;br /&gt;- Saya hanyalah seorang sarjana Jurusan yang &quot;kurang laku&quot; dengan IPK 2,85 dengan TOEFL saat lulus S1 sekitar 450-an. Saya membutuhkan lebih 3x bergabung dengan Lembaga Bahasa English hanya untuk meningkatkan score TOEFL saya dari 450 menjadi 480..dari 480 menjadi 500..dari 500 menjadi 525..dari 525 menjadi 540...dan akhirnya menjadi 560.&lt;br /&gt;- Saya membutuhkan waktu lebih dari 2 tahun untuk membungkus S1 saya dengan &quot;kemasan&quot; S2 dalam negeri yang lebih menarik dalam topik dan IPK hanya untuk bisa meningkatkan nilai jual saya.&lt;br /&gt;- Dan jalan takdir yang lebih Tak Terduga adalah ternyata saya membutuhkan Takdir. Isteri saya memperoleh Beasiswa S2 ke luar negeri agar saya siap dan layak memperoleh beasiswa S3 luar negeri. Dibutuhkan 5 tahun ikhtiar mencari beasiswa S3 luar negeri bagi saya, dibutuhkan status dan takdir &quot;Visiting Researcher&quot; untuk mendidik saya agar layak memperoleh beasiswa S3, dibutuhkan takdir &quot;Visiting Lecturer&quot; untuk memaksa mental dan skill English saya agar berani berhadapan langsung dengan English environment, dan akhirnya dibutuhkan takdir &quot;Research Assistant&quot; di Arab Saudi agar saya bisa lebih tahu diri dan mensyukuri semua nikmat Alloh serta kesempatan memohon langsung di tempat2 yang Alloh janjikan lebih ma'bul untuk berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar memotivasi saya dan teman-teman...percayalah bisa jadi diluar sana (di Amerika, di Australia, di Jepang, di Eropa, di Arab Saudi,..) ADA jatah-jatah/takdir Beasiswa Kita yang menunggu untuk kita &quot;jemput&quot;. Mereka hanya membutuhkan kita untuk menjemputnya, dengan terus dan terus berikhtiar fisik dan non-fisik. Ikhtiar fisik adalah memenuhi seluruh persyaratan Beasiswa (yang pasti membutuhkan banyak waktu, biaya dan kerja keras). Ikhtiar non-fisik adalah doa, sholat, shodaqoh, dan semua usaha kebaikan yang kita yakini akan semakin mempermudah mekanisme takdir fisik kita. Jika kita menyerah sekarang maka sampai matipun nanti kita tidak tahu apakah memang ada takdir beasiswa kita atau tidak...namun jika setidaknya anda telah mencoba ikhtiar maksimal..sekali lagi maksimal (5 tahun...10...atau mungkin 15 tahun..hingga umur sudah melewati syarat beasiswa) namun ternyata anda tidak memperoleh beasiswa juga, maka setidaknya kita seperti seseorang &quot;penjemput&quot; yang telah berikhtiar berangkat ke Terminal Bus dan mencari-cari teman kita yang bernama &quot;Rizqi Beasiswa&quot; disana, jika ternyata dia memang tidak ada setidaknya kita telah puas karena kita telah maksimal berusaha dan usaha kita itulah yang akan menjadi amal kita di dihadapan Alloh jika kita niati sebagai ibadah. Bukankah Alloh hanya menyuruh kita untuk BERUSAHA sedangkan hasilnya adalah 100% urusan Alloh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Luruskan Niat, Jaga Semangat, Penuhi semua mekanisme sebab akibat takdir beasiswa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar berbagi pendapat saya tentang mekanisme takdir beberapa beasiswa silahkan membacanya di tonydwisusanto.wordpress.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi terima kasih kepada semua teman-teman dan moderator..insyaALLOH semua informasi yang teman2/moderator sampaikan adalah amal jariyah anda dihadapan Alloh. Mohon maaf jika ada kesalahan. InsyaAlloh saya akan tetap setia bergabung dengan mailing list beasiswa ini karena Alhamdulillaah saya masih punya mimpi untuk menggapai beasiswa Post Doctoral selesai PhD nanti :) ...amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;Tony Pelita Hati&lt;br /&gt;tonydwisusanto.wordpress.com&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-840933834519880132?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/bismillaahirrohmanirrohiim.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>36a909ee78f658e604bee94c193f476e</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 08:31:00 -0400</pubDate><title>Taufiq Asyhari: Alhamdulillah dan Makasih buat Milis Beasiswa</title><description>20 Mei, 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengucapkan terima kasih sekali and apresiasi yang tinggi kepada member milis beasiswa, terutama untuk moderatornya. Saya join milis ini saat masih tahun pertama kuliah S1. Dari situ, banyak sekali info2 yang sangat berguna dalam aplikasi beasiswa di luar negeri. Tak jarang pula banyak kisah yang menurut saya cukup inspiring dan&lt;br /&gt;motivating buat scholarship hunter. Ada pula diskusi seperti status kewarganegaraan yang tinjauannya cukup menarik dari berbagai sudut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mengenal milis beasiswa ini saya mulai berani bermimpi untuk bersekolah sampai jenjang yang tinggi (paling tinggi klo mungkin).. Untuk mewujudkan mimpi itu tentu perlu perjuangan yang tidak gampang. Sejauh pengamatan saya, beasiswa seperti ADS, Fullbright, dsb diutamakan untuk dosen/PNS. Dalam hal tertentu, beberapa beasiswa mempersyaratkan pengalaman kerja, padahal keinginan melanjutkan kuliah lagi setelah S1 selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ saya pun berpikir untuk keluar dari pakem.. Saya menantang diri saya sendiri untuk berani berkompetisi untuk beasiswa umum yang terbuka bagi orang seluruh dunia.. Untuk pengalaman kerja, saya bakal memperkaya dengan riset2 yang dilakukan saat masih kuliah S1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan alhamdulillah, mimpi saya tadi perlahan-lahan mendekati kenyataan skrg. Setelah lulus 1 thn setelah kuliah, alhamdulillah saya mendapatkan offer 5 beasiswa dari 7 beasiswa yang saya daftar. EIPRS and MIRS adalah 2 beasiswa pertama yang di-offer untuk study MEngSc dan PhD di University of Melbourne. Saya pun lolos untuk beasiswa Erasmus Mundus program Master of Research on ICT (MERIT). Dua terakhir adalah beasiswa dari Cambridge, i.e. Overseas Research Studentship (ORS) dan Cambridge Overseas Trusts (i.e.Yousef Jameel Scholarship) untuk study PhD di University of Cambridge. Kemungkinan besar saya memutuskan untuk mengambil yang terakhir ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perjuangan mencari beasiswa tsb memerlukan usaha keras, kesabaran, dan tawakal. Yang paling berat adalah yang 2 terakhir. Kompetisi yang intens membuat saya hanya bisa mengusahakan yang terbaik menurutkemampuan saya dan berpasrah kepada 4JJI SWT. Kalaupun memang jodoh, pasti akan dimudahkan oleh-Nya. Beberapa anggota milis beasiswa juga sempat berkorespondensi privat ttg peluang2 beasiswa di UK. Terima kasih untuk semuanya dan mudah2an 4JJI membalas kebaikan kalian semua. Lebih dari ini semua, perjuangan setelah mendapatkan beasiswa pasti lebih terjal dan berliku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang masih berjuang mencari beasiswa, semangat ya! Mulai dengan planning dan cari informasi.. Dalam zaman informasi seperti ini, siapa yang punya informasi lebih banyak, dia lah yang bakal punya lebih banyak keuntungan. Kenali juga potensi dan kemampuan diri dan optimalkanlah hal2 tsb dalam mencari beasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cheers,&lt;br /&gt;Taufiq&lt;br /&gt;taufiq_baik at hotmail.com&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-6019840957232746370?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/taufiq-asyhari-alhamdulillah-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>856230415272dc94ed4b47d27cb3a36a</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 08:18:00 -0400</pubDate><title>Yudhi Ariadi: Kiat Mencari Beasiswa Yang Dibiayai Proyek Riset</title><description>28 April 2008&lt;br /&gt;Saya member dari &lt;a href=&quot;http://www.yahoogroups.com/group/beasiswa/&quot;&gt;milis ini&lt;/a&gt;, dan setelah pencarian 3 thn akhirnya mendapat MSc research studentship di Engineering Lancaster University, UK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ucapan terimakasih atas layanan gratis dari situs ini, seharusnya saya berbagi cerita agar temen2 lain tetap bersemangat dalam mencari beasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya kesulitan utk menulis. Dan kebetulan saya pernah menjelaskan ke teman ttg bgmn saya melakukan korespondensi ke uni2, krn sulit menjelaskan dg kata2, saya jelaskan dg gambar. Kemudian, saya pikir, drps bingung memindahkannya dlm bentuk kata2 utk saya buat testimoni, saya rapikan lagi, lalu jadilah spt yg saya lampirkan ini. (&lt;a href=&quot;http://f1.grp.yahoofs.com/v1/QARVSKLQE7zwAHjCerTEUn9BZjpz2YCNaE36bm2wf9ZXfmgo6wmPTRLcTd2BaM0tbYl5qrHMjpwkGkKy3AOJ/Kiat%20mencari%20research-based%20scholarship.pdf&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Klik di sini untuk membaca lampiran tersebut&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasannya hanya seputar pencarian beasiswa research-based, krn saya tidak punya pengalaman dlm mengikuti proses beasiswa jalur umum. (pernah kirim sekali, dan tdk dipanggil :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih, sukses selalu buat milis, dan salut kpd para moderator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yudhidayak&lt;br /&gt;yudhidayak at yahoo.com&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;Yudhi Ariadi&lt;br /&gt;Research Student &amp; Staff&lt;br /&gt;Lancaster Product Development Unit&lt;br /&gt;Engineering Department&lt;br /&gt;Lancaster University&lt;br /&gt;Lancaster&lt;br /&gt;LA1 4YR&lt;br /&gt;UK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T +44 1524 594 298 Ext 94578&lt;br /&gt;F +44 1524 592 777&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.lpdu.lancs.ac.uk/lpdu/staff/yudhiariadi.asp&quot;&gt;http://www.lpdu.lancs.ac.uk/lpdu/staff/yudhiariadi.asp&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-5410535078838104569?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/yudhi-ariadi-kiat-mencari-beasiswa-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>0cc1ab0aa3372686a25700ab46852164</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 08:02:00 -0400</pubDate><title>Jerico F. Pardosi: Berjuang dan Jangan Berhenti</title><description>3 Feb 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji Tuhan, pagi ini aku buka website ADS dan ada pengumuman beasiswa ADS tahun 2008 dan Syukur buat Tuhan Yesus....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU DAPAT BEASISWA ADS...dengan kursus EAP 8 minggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak terhitung uang yang keluar untuk berjuang membeli buku ielts&amp;toefl&lt;br /&gt;tak terhitung tenaga yang keluar untuk berjerih lelah&lt;br /&gt;tak terhitung doa yang selalu terucap&lt;br /&gt;tak terhitung dukungan keluarga dan orang terdekat&lt;br /&gt;tak terhitung ....tetapi tahukah friends di balik semua itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya baru memulai langkahku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku memulai perjalanan pencarian beasiswa dengan kegagalan saat aku tidak mendapatkan UMPTN di tahun 1998 dan akhirnya dengan kondisi ekonomi keluarga aku berhasil masuk ke akademi kesehatan lingkungan program D3 dengan biaya yang sesuai kondisi keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lulus tahu 2001 dan ikut tes CPNS di depkes dan kebaikan Tuhan terus berlanjut dengan diterimanya aku sebagai PNS di Badan Litbangkes sebagai staf peneliti. Di tahun 2004 aku melamar untuk training di INDIA dibawah program ITEC/Colombo Plan selama 2 bulan dan berhasil diterima. Sepulang dari sana aku membulatkan tekad untuk kuliah lagi dan di tahun 2005 aku lulus tes program sarjana ekstensi di FKM UI dan lulus tepat waktu di tahun 2007 dengan IPK yang sesuai harapanku 3,35.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah gagal untuk beasiswa ADB, tapi gak nyerah...akhirnya aku coba ADS, ini pengalaman pertama kali melamar ADS dan Puji Tuhan AKU DITERIMA, dikarenakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. aku banyak baca archive mail di milis ini&lt;br /&gt;2. aku banyak bertanya dengan para alumni dan teman (thanks Sri Irianti, bang IVAN....Prof. Manihar Situmorang, Lusky, Puti Sari, MScPH, Tin Afifah, SKM)&lt;br /&gt;3. aku banyak tanya dengan moderator (thanks bang Dhany, Togap)&lt;br /&gt;4. aku search mengenai universitas disana (Aussie)&lt;br /&gt;5. aku banyak bertanya dan berkirim email dengan Prof disana&lt;br /&gt;6. aku banyak berdoa dan beribadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya langkah awal, tapi aku gak akan pernah berhenti karena kesuksesan bukan tujuan akhir tapi proses yang dijalani dengan tekad dansemangat yang tidak mudah menyerah dan slalu bangkit saat menemui kegagalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman...aku juga masih terus belajar dan belajar terus seumur hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DON'T STOP NOW...WALK AND RUN..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOD BLESS YOU ALL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerico Franciscus Pardosi,SKM&lt;br /&gt;jerry at litbang.depkes.go.id&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-1170700775181770777?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/jerico-f-pardosi-berjuang-dan-jangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>474e8e02765063a405d9f9ff227f9026</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 07:57:00 -0400</pubDate><title>Joe Asisi: Berharap Kalian Juga Bisa Nyusul</title><description>thanks temen2 atas supportnya...berharap kalian juga bisa nyusul... hehehe biar ada temen di bern... sorry lama gak ke bales..tau email kalian masuk spam nih... sebenarnya ini hanya keberuntungan sepertinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahun lalu aku hanya coba2 apply di 2 beasiswa,..swiss ama jepang. itu yang by jalan normal (kirim dokumen aplikasi and ....) selebihnya aku juga coba banyak melalui online ..(PhD australi, swedia) cuman juga gagal ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu gw ada summer school di ICTP ada brosur yang ditempel kalo UNIBE ada scholarship..trus aku imel aja profesornya ..trus dia merespon..hingga terjadi komunikasi intensif dan akhirnya diterbitkan letter of acceptance aku... aku bilang..LoA itu sebagai syarat aku masukin berkas aplikasi di kedutaan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah aku di invite untuk interview dan beruntung banget aku lolos padahal ada catatan dari profesorku aku harus improve bahasa inggris dan jerman aku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joe Asisi&lt;br /&gt;joe_assisi at yahoo.com&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-5617414608765289832?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/joe-asisi-berharap-kalian-juga-bisa.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>6b2dee1669da81559737be976e0e6a64</guid></item>
<item><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 07:44:00 -0400</pubDate><title>Meti K Prasetyo: Akhirnya Datang Juga!</title><description>Terima kasih pada para moderator juga anggota milis beasiswa atas informasi, sharing dan testimonialnya yang membuat saya tetap memegang mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercapai juga akhirnya keinginan untuk meneruskan S2 ke luar negeri. Proses yang panjang dan memberikan pembelajaran tersendiri. Pada saat 'hati' berkata, seleksi beasiswa inilah yang terakhir akan saya jalani (terkait juga dengan umur yang semakin bertambah)bila ternyata ditolak, saya akan mencari jalan pengembangan diri yang lain. Tepat saat itu ternyata Tuhan menghendaki saya untuk lulus seleksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 tahun penantian yang sangat berarti. Banyak pelajaran yang saya petik selama proses penantian itu. Pembelajaran yang terbesar adalah justru belajar sabar dan introspeksi diri. Pada setiap kegagalan saya mencoba mencari titik lemah dan memperbaikinya. Juga meluruskan niat agar pencarian beasiswa ini murni untuk mencari ilmu dan pengembangan diri, bukan sekedar mencari gelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang niat. Banyak orang mengatakan bahwa PNS memiliki kesempatan yang lebih besar untuk diterima dalam proses seleksi beasiswa, terutama beasiswa Government to Government (G2G). Terus terang, ini menjadi salah satu faktor yang membuat saya mau menjadi guru dengan status PNS. Pikiran saya, tentunya dengan status PNS akan lebih mudah untuk mendapatkan beasiswa. Ternyata, bayangan saya sama sekali berbeda dengan kenyataan. Di institusi dimana saya bekerja untuk memperoleh ijin memasukkan aplikasi saja ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Di situ saya sempat berfikir apakah kesulitan ini saya alami justru karena niat awal saya yang tidak murni untuk mengajar. Tetapi yang pasti, sharing dan penguatan yang saya dapatkan dari milis &lt;a href=&quot;http://www.yahoogroups.com/group/beasiswa/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;beasiswa@yahoogroups.com&lt;/a&gt;, beberapa teman dan terutama suami saya membantu saya untuk tetap memegang mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun gagal memperoleh beasiswa pada tahun 2005, saya tetap melakukan kontak dengan universitas di Belanda yang saya tuju dan saya meminta dukungan dari atasan langsung di kantor. Alhasil di akhir tahun 2007, justru contact person dari pihak universitas yang memberi jalan dengan menunjukkan 2 beasiswa yang mungkin bisa saya ikuti, sekaligus membantu membuatkan rekomendasi dari Fakultas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya tahun ajaran ini (2008-2009)saya berhasil mendapatkan beasiswa penuh dari University of Twente, UTS Scholarship Programme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya bersabar, tetap memegang mimpi dan selalu cari penguatan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meti K. Prasetyo&lt;br /&gt;metiks at gmail.com&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7639740-192385971441251749?l=beasiswaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2008/06/meti-k-prasetyo-akhirnya-datang-juga.html</link><author>noreply@blogger.com (Milis Beasiswa)</author><guid>291611a5e8a399b10087890a0faa871b</guid></item>
</channel></rss>